Sponsors
Tampilkan postingan dengan label alasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alasan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 September 2014
Alasan Mengapa Pria Pria Lebih Genit pada Wanita Berbaju Merah

Merah sering diasosiasikan dengan sifat berani. Namun tidak semua orang berani memakai pakaian berwarna merah, karena warna yang membara ini membuat orang lebih cepat memperhatikan Anda.
Namun memang inilah kunci untuk membuat pria tertarik pada Anda. Menurut penelitian, perempuan berpakaian merah tak hanya terlihat lebih menarik, tetapi juga membuat pria di sekitarnya menjadi lebih perhatian, lebih genit, dan ingin mengenal Anda lebih jauh.
Kesimpulan ini didapatkan setelah para peneliti menunjukkan foto perempuan yang wajahnya lumayan menarik, dengan atasan berwarna merah, kepada sekelompok mahasiswa. Kelompok yang lain ditunjukkan foto perempuan tersebut mengenakan baju biru. Para responden kemudian ditanya, jika bertemu perempuan itu, pertanyaan apa yang ingin mereka ajukan.
Ternyata, mereka yang ditunjukkan foto saat perempuan itu memakai baju merah, cenderung memilih pertanyaan yang lebih menggoda, demikian dilaporkan The European Journal of Social Psychology.
Dalam pengujian kedua, para pria ditunjukkan foto-foto, dan diberi kesempatan untuk berbicara dengan perempuan di dalam foto ketika mereka berada di ruangan pribadi. Masing-masing pria diminta untuk mengambil satu dari dua kursi, dan duduk di hadapan perempuan itu bila ia datang. Pria yang telah melihat foto dimana perempuan itu mengenakan pakaian merah, ternyata meletakkan kursinya lebih dekat ke kursi dimana perempuan itu diperkirakan akan duduk. Dengan kata lain, para pria itu ingin mendekat lebih jauh.
Para peneliti meyakini bahwa fenomena ini berakar dari evolusi, dimana merah menunjukkan peluang untuk mencari pasangan. Dalam dunia hewan, merah seringkali merupakan sinyal bahwa si betina berada dalam kondisi paling subur. Contohnya, babon dan simpanse betina memerah dengan jelas ketika mendekati masa ovulasi.
Karena itu, Niesta Kayser, peneliti dari University of Rochester di New York menyarankan kaum perempuan untuk mengenakan atasan atau gaun merah bila hendak berkencan dengan pria yang disukainya. "Perempuan juga lebih mungkin untuk berhasil dalam kencan online, ketika mereka mengunggah foto mereka dalam pakaian merah," katanya.
Nah, meskipun Anda sudah berusaha maksimal dengan pakaian merah Anda, lebih baik Anda tetap berhati-hati. Jangan sampai Anda mengorbankan identitas Anda hanya demi mendapatkan pria. Anda tetap harus mengenal pria ini lebih jauh. Atau, kenakan saja pakaian merah ketika suami sedang berulang tahun. Dijamin dia bakal makin cinta!
sumber http://female.kompas.com/read/xml/2010/10/21/11404025/Pria.Lebih.Genit.pada.Perempuan.Berbaju.Merah-12
Published with Blogger-droid v1.7.4
Sabtu, 22 Februari 2014
Alasan Anjing Suka Menggigit Tulang
Bagi Ente yang memelihara dan pecinta anjing pernah nggak bertanya, mengapa anjing suka menggigit tulang? Bahkan termasuk tulang mainan, asalkan berbentuk tulang pasti langsung digigit oleh si doggy.
Menurut tim pakar pimpinan Dr Joao Munoz-Doran dari Universitas Nasional Kolombia, kebiasaan anjing memakan daging dimulai sekitar delapan juta tahun lalu. Ketika itu, anjing-anjing purba berkelompok untuk mencari mangsa yang lebih besar.
Menurut tim pakar pimpinan Dr Joao Munoz-Doran dari Universitas Nasional Kolombia, kebiasaan anjing memakan daging dimulai sekitar delapan juta tahun lalu. Ketika itu, anjing-anjing purba berkelompok untuk mencari mangsa yang lebih besar.

Kebiasaan tersebut membuat turunan anjing purba, seperti serigala dan anjing moderen, menjadi hiperkarnivora atau binantang yang 70 persen memakan daging.
Kesimpulan ini diperoleh setelah tim Munoz-Doran menyusun silsilah anjing yang menggambarkan hubungan di antara lebih dari 300 spesies anjing. "Kami menemukan sejarah evolusi yang sama di antara sejumlah jenis anjing," jelas Dr Munoz-Doran.
"Delapan juta tahun lalu banyak habitat terbuka di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Persaingan mendapatkan mangsa sangat ketat dan kondisi ini membuat anjing-anjing purba harus berkelompok ketika mencari dan mengintai mangsa," paparnya.
Kesimpulan ini diperoleh setelah tim Munoz-Doran menyusun silsilah anjing yang menggambarkan hubungan di antara lebih dari 300 spesies anjing. "Kami menemukan sejarah evolusi yang sama di antara sejumlah jenis anjing," jelas Dr Munoz-Doran.
"Delapan juta tahun lalu banyak habitat terbuka di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Persaingan mendapatkan mangsa sangat ketat dan kondisi ini membuat anjing-anjing purba harus berkelompok ketika mencari dan mengintai mangsa," paparnya.

Ia menjelaskan, dari kebiasaan berburu secara berkelompok, muncul jenis anjing baru dengan bentuk kepala yang berbeda, dengan rahang yang lebih kuat, dan ukuran taring yang lebih besar. Mereka ini mampu bertahan dari seleksi alam dan melanjutkan bentuk ini ke anjing generasi berikutnya.
Para peneliti mengatakan itulah sebabnya anjing-anjing piaraan, meski tak lagi harus berburu mangsa di alam terbuka, tetap meneruskan kebiasaan memakan daging atau menggigit tulang.
"Mereka punya alat untuk melakukan kebiasaan tersebut dan mereka ingin menggunakan alat itu," tegas Dr Munoz-Doran.
Para peneliti mengatakan itulah sebabnya anjing-anjing piaraan, meski tak lagi harus berburu mangsa di alam terbuka, tetap meneruskan kebiasaan memakan daging atau menggigit tulang.
"Mereka punya alat untuk melakukan kebiasaan tersebut dan mereka ingin menggunakan alat itu," tegas Dr Munoz-Doran.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)